Persetujuan relokasi sudah dikeluarkan, namun Pemda Balikpapan
mengharuskan pihak Pertamina untuk menyiapkan stadion terlebih
dahulu sebelum proses relokasi dikarenakan adanya liga
pertandingan sepak bola skala Nasional yang akan diselenggarakan
di stadion tersebut. Hal tersebut berimplikasi pada segi
keamanan karena area rumah di sekitar Stadion sudah memasuki
tahap demolish. Mengingat pertandingan liga ini berskala
Nasional, maka tingkat pembatalan sepihak akan terlampau sulit.
Tim Pertamina pun bekerjasama dengan pihak keamanan untuk
memastikan situasi bisa terpantau dan terkondisikan dengan baik.
Sebagai pondasi proyek utama Early Work, maka Site Development
dikerjakan bersamaan dengan Jetty Construction. Jetty
Construction ini dibangun karena jetty yang ada di Kilang
Balikpapan tidak mampu menampung spesifikasi dan beban muatan
yang begitu besar. Jetty ini akan difungsikan sebagai fasilitas
pelabuhan khusus yang akan menjadi infrastruktur kunci yang
memfasilitasi pengiriman alat berat untuk instalasi EPC saat
RDMP berjalan. Melalui dermaga yang sesuai spesifikasi dan kokoh
akan memberikan akses optimal untuk kebutuhan material dan
peralatan. Kehadiran jetty siap menjadi pintu gerbang utama bagi
kemajuan proyek dan perkembangan Early Work secara keseluruhan.
Jetty Construction ini berperan dalam percobaan penjemputan
peralatan dengan berat mencapai 15 hingga 30 Ton. Jetty menjadi
titik awal untuk memudahkan serta mendukung proses pengerjaan
Early Work karena semua akses suplai material dilakukan melalui
jalur laut. Dalam proses pembangunannya, Jetty Construction
menggunakan tiang pancang sebagai pondasi utama. Saat dilakukan
pemasangan tiang pancang terdapat beberapa kesulitan karena
tidak adanya catatan dan pengawasan proyek sehingga pemancangan
dapat terpasang. Ketika dilakukan penyelaman, ditemukan titik
utama permasalahan yakni adanya potongan besi, plat, dan tiang
pancang yang berada di pinggir laut. Hal ini mengakibatkan
adanya change order di dalam kontrak proyek tersebut.